Cansino Vaksin Baru untuk Covid-19

  • Bagikan
banner 728x90

OKU Timur – Semakin hari, ada banyak pilihan jenis vaksin untuk mengatasi Covid-19. Kali ini muncul lagi dengan nama Cansino.

Vaksin Cansino sudah mendapat izin penggunaan darurat dari BPOM. Vaksin baru ini hanya perlu sekali suntikan untuk memberikan pertahanan terhadap infeksi virus corona. Sebelumnya sudah ada vaksin Sinovac, Sinopharm, Pfizer, AstraZeneca, Johnson & Johson, dan Sputnik.

Vaksin Cansino, atau Ad5-nCoV, adalah vaksin vektor virus rekombinan baru yang diklaim ampuh untuk mencegah infeksi dari virus corona. Vaksin yang berasal dari China ini hanya membutuhkan satu dosis dan setelahnya mampu memberikan perlindungan dengan basis adenovirus.

Artikel Lainnya
Pengaruh 'Zoom Fatigue' Terhadap Kesehatan Mental

Vaksin ini menggunakan rekayasa genetika dengan adenovirus tipe 5 yang rusak akibat replikasi sebagai vektor untuk menunjukkan adanya protein spike dari SARS-CoV-2.

Dikutip dari Halodoc, Jumat 10 September 2021, vaksin Cansino merupakan jenis Ad5 baru yang pertama diuji pada manusia. Metodenya menggunakan virus flu biasa yang dilemahkan untuk mengirimkan materi genetik yang dapat menandakan protein spike SARS-CoV-2 ke sel tubuh.

Sel-sel ini kemudian menghasilkan protein spike dan berpindah ke kelenjar getah bening, tempat sistem imunitas menciptakan kekebalan yang akan mengenali protein tersebut dan melawan virus corona.

Pada 25 Februari silam, perusahaan produsen vaksin ini mengumumkan data analisis sementara uji klinis fase III sebesar 65,28 persen. Hal ini juga termasuk dalam mencegah semua penyakit COVID-19 yang bergejala 28 hari setelah vaksinasi dosis tunggal dan 68,83 persen untuk cegah semua penyakit COVID-19 yang bergejala 14 hari setelah satu suntikan diberikan.

Artikel Lainnya
Waspada! Dampak Buruk Minuman Berenergi

Selain itu, vaksin Ad5-nCoV memiliki efikasi sebesar 90,07 persen dalam mencegah penyakit parah 28 hari setelah pemberian vaksin tunggal dan 95,47 persen dalam mencegah penyakit parah 14 hari setelah suntikan. Hasil uji klinis fase-3 dilakukan di Pakistan, Meksiko, Rusia, Chili, dan Argentina yang telah mendaftarkan lebih dari 4.000 peserta.***/adr

  • Bagikan