Cara Percepat Pulihkan Indra Penciuman saat Covid-19

  • Bagikan
Ilustrasi hilang penciuman. Foto: Ist
banner 728x90

Sriwijayatimes.id, OKU Timur – Salah satu gejala COVID-19 adalah kehilangan penciuman. Terkadang pengidap COVID-19 bisa mengalami kondisi ini berkepanjangan.

Selama ini pengobatan steroid disinyalir dapat membantu proses pemulihan kehilangan penciuman. Namun, para ahli menilai menjalani pelatihan penciuman bisa membuatnya jauh lebih baik.

Latihan penciuman yang dimaksud adalah adalah proses yang melibatkan mengendus bebauan yang berbeda selama beberapa bulan untuk melatih otak mengenali bau yang berbeda. Metode ini termasuk metode murah, sederhana, dan tidak memiliki efek samping.

Kehilangan penciuman adalah salah satu gejala utama infeksi virus corona, bersamaan dengan demam dan batuk yang terus-menerus. Dalam kebanyakan kasus, kehilangan penciuman akan kembali dengan sendirinya setelah sembuh.

Namun, tidak semua seberuntung itu. Ada beberapa penyintas COVID-19 yang masih kehilangan penciuman dua bulan setelah sakit. Salah satu pengobatan yang telah diresepkan oleh dokter adalah rangkaian obat yang dikenal sebagai kortikosteroid, yang menurunkan peradangan dalam tubuh, dan sudah digunakan untuk mengobati kondisi seperti asma.

Kortikosteroid memiliki efek samping, sehingga tidak direkomendasikan untuk diberikan kepada penyintas yang mengalami efek samping kehilangan penciuman. Adapun efek samping steroid adalah retensi cairan, tekanan darah tinggi, dan masalah dengan perubahan suasana hati dan perilaku.

Dikutip dari Halodoc, Sabtu 17 Juli 2021, itulah sebabnya terapi penciuman atau melatih penciuman lebih disarankan untuk dilakukan. Menurut International Forum of Allergy & Rhinology, melatih penciuman dengan membaui sesuatu yang familiar dapat mempercepat pemulihan penciuman setelah infeksi COVID-19.

Jeruk, aroma mint, bawang putih, atau kopi adalah bebauan khas yang direkomendasikan untuk dihirup. Membaui ini selama dua kali sehari dapat mempercepat pemulihan indra penciuman dengan cara melatih jalur penciuman otak untuk mengenali bau yang berbeda.

Terapi ini bertujuan bekerja berdasarkan kemampuan otak untuk mengatur ulang dirinya sendiri untuk mengkompensasi perubahan atau cedera. Selain bebauan yang sudah disebutkan tadi, rebusan air jahe, minyak kayu putih, atau cengkeh dapat membantu merangsang indra penciuman.

(***/EW)

  • Bagikan